Cara membuat dan mengelola aturan otomatisasi agar sistem dapat menjalankan aksi secara otomatis berdasarkan event dan kondisi tertentu di CMS OpteraOne.
Otomatisasi Workflow adalah fitur yang memungkinkan Admin mendefinisikan aturan sehingga sistem dapat menjalankan aksi secara otomatis berdasarkan event dan kondisi tertentu — tanpa intervensi manual.Dengan fitur ini, setiap kali sebuah event terjadi dan kondisinya terpenuhi, sistem akan langsung mengeksekusi aksi yang sudah dikonfigurasi secara konsisten, memastikan proses operasional berjalan sesuai aturan bisnis yang telah ditetapkan.
Fitur Otomatisasi Workflow hanya dapat diakses oleh pengguna dengan peran Admin. Pastikan hak akses sudah dikonfigurasi sebelum menggunakan fitur ini.
Halaman ini menampilkan semua workflow otomatisasi yang sudah dibuat dalam sistem, lengkap dengan nama workflow, event yang dikonfigurasi, status aktif/nonaktif, serta aksi yang tersedia.Halaman ini memiliki fungsi-fungsi utama berikut:
Dari halaman Daftar Otomatisasi Workflow, klik tombol “Buat Workflow” di bagian kanan atas halaman.
2
Isi Informasi Umum
Pada bagian Informasi Umum, isi detail identitas workflow:
Field
Keterangan
Wajib
Nama Workflow
Nama deskriptif untuk mengidentifikasi workflow ini
✅ Ya
Tipe
Kategori workflow sesuai modul yang dituju (contoh: Tugas)
✅ Ya
Gunakan nama yang jelas dan spesifik, misalnya: “Notifikasi Tugas Baru ke Agen” atau “Eskalasi Tugas Kritikal”, agar mudah diidentifikasi saat daftar workflow semakin banyak.
3
Pilih Event
Pada bagian Event, pilih kejadian yang akan memicu workflow ini berjalan.Event yang tersedia bergantung pada Tipe yang dipilih sebelumnya. Untuk tipe Tugas, event yang tersedia antara lain:
Event
Keterangan
Tugas dibuat
Workflow berjalan setiap kali tugas baru dibuat di sistem
Tugas diperbarui
Workflow berjalan setiap kali data tugas mengalami perubahan
Tugas dihapus
Workflow berjalan ketika sebuah tugas dihapus dari sistem
Setiap workflow hanya dapat dikonfigurasi untuk satu event. Jika Anda membutuhkan respons terhadap beberapa event berbeda, buat workflow terpisah untuk masing-masing event.
4
Tambahkan Kondisi
Pada bagian Kondisi, tentukan kriteria yang harus terpenuhi agar aksi dieksekusi.Setiap kondisi terdiri dari tiga elemen:
Elemen
Keterangan
Nama Kondisi
Field atau atribut yang dievaluasi (contoh: Prioritas, Status, Kategori)
Sama Dengan
Operator pembanding yang digunakan untuk evaluasi
Nilai
Nilai spesifik yang dijadikan acuan perbandingan
Menambahkan Kondisi Pertama
Klik tombol ”+ Tambah” untuk menambahkan baris kondisi baru. Isi Nama Kondisi, pilih operator, dan tentukan nilainya.
Menambahkan Kondisi Tambahan (AND)
Untuk menambahkan kondisi kedua dan seterusnya, klik tombol ”+ Tambah” kembali. Semua kondisi yang ditambahkan akan dievaluasi dengan logika AND — artinya seluruh kondisi harus terpenuhi agar aksi dieksekusi.
Menghapus Kondisi
Klik ikon hapus (✕) di sisi kanan baris kondisi untuk menghapus kondisi tertentu. Konfirmasi penghapusan akan muncul sebelum kondisi dihapus.
Setelah dikonfirmasi, kondisi yang dihapus tidak dapat dikembalikan. Pastikan kondisi yang akan dihapus sudah tidak diperlukan sebelum melanjutkan.
Bagian kondisi bersifat opsional. Jika tidak ada kondisi yang ditambahkan, workflow akan langsung mengeksekusi aksi setiap kali event terjadi tanpa evaluasi tambahan.
5
Tambahkan Aksi
Pada bagian Aksi, tentukan tindakan apa yang akan dijalankan sistem secara otomatis ketika event terjadi dan kondisi terpenuhi.Setiap aksi terdiri dari:
Elemen
Keterangan
Nama Aksi
Jenis tindakan yang akan dieksekusi (contoh: Kirim notifikasi, Ubah status)
Nilai Aksi
Konfigurasi spesifik untuk aksi tersebut
Untuk menambahkan lebih dari satu aksi, klik tombol ”+ Tambah”. Semua aksi yang dikonfigurasi akan dieksekusi secara berurutan ketika workflow terpicu.
Anda dapat mengombinasikan beberapa aksi dalam satu workflow. Misalnya: kirim notifikasi ke agen dan ubah status tugas secara bersamaan dalam satu event yang sama.
6
Simpan Workflow
Setelah semua konfigurasi selesai, klik tombol “Simpan” di bagian bawah kanan formulir.Sistem akan memvalidasi semua field yang wajib diisi. Jika ada field yang belum lengkap, sistem akan menampilkan pesan error pada field terkait.Setelah berhasil disimpan, workflow baru akan muncul di halaman Daftar Otomatisasi Workflow dengan status Aktif.
Klik nama workflow pada tabel Daftar Otomatisasi Workflow untuk membuka halaman Detail.Halaman Detail menampilkan semua informasi konfigurasi workflow secara lengkap:
Informasi Umum — Nama workflow, tipe, dan status
Event — Event yang dikonfigurasi sebagai pemicu
Kondisi — Daftar semua kondisi yang harus terpenuhi
Aksi — Daftar semua aksi yang akan dieksekusi
Riwayat Eksekusi Workflow — Log daftar waktu dan hasil setiap kali workflow dieksekusi oleh sistem
Perubahan konfigurasi workflow dapat dilakukan melalui dua cara:
Via Ikon Edit di Daftar
Via Halaman Detail
Dari halaman Daftar Otomatisasi Workflow, klik ikon Edit (✏️) pada kolom Aksi di baris workflow yang ingin diubah.
Dari halaman Detail Otomatisasi Workflow, klik tombol “Ubah Workflow” di bagian kanan atas halaman.
Halaman Ubah Workflow menampilkan formulir yang sama dengan formulir pembuatan. Anda dapat mengubah semua bagian konfigurasi:
Bagian
Data yang Dapat Diubah
Informasi Umum
Nama workflow dan tipe
Event
Event pemicu workflow
Kondisi
Tambah, ubah, atau hapus kondisi yang ada
Aksi
Tambah, ubah, atau hapus aksi yang dikonfigurasi
1
Navigasi ke Workflow yang Ingin Diubah
Temukan workflow di halaman Daftar Otomatisasi Workflow, lalu akses formulir ubah melalui salah satu cara di atas.
2
Lakukan Perubahan
Ubah data yang diperlukan — Informasi Umum, Event, Kondisi, atau Aksi.
3
Simpan Perubahan
Klik “Simpan” untuk menyimpan perubahan. Sistem akan memvalidasi ulang semua field sebelum menyimpan.
Mengubah konfigurasi Event atau Kondisi pada workflow yang sedang aktif akan langsung memengaruhi cara sistem mengevaluasi event berikutnya. Pastikan konfigurasi baru sudah benar sebelum disimpan.
Jika kebutuhan bisnis berubah, Anda dapat mengganti event pemicu workflow yang sudah ada:
1
Buka Formulir Ubah Workflow
Akses halaman ubah workflow melalui ikon edit di daftar atau tombol ubah di halaman detail.
2
Ubah Pilihan Event
Pada bagian Event, klik dropdown dan pilih event baru yang diinginkan. Dialog konfirmasi akan muncul menanyakan apakah Anda yakin ingin mengganti event.
3
Konfirmasi Perubahan Event
Klik “Ubah” untuk mengonfirmasi penggantian event. Sistem akan memperbarui pilihan event pada formulir.
Mengganti event dapat memengaruhi relevansi kondisi dan aksi yang sudah dikonfigurasi sebelumnya. Tinjau kembali bagian Kondisi dan Aksi setelah mengganti event untuk memastikan konfigurasi masih sesuai.
4
Sesuaikan Kondisi dan Aksi (Jika Diperlukan)
Jika ada kondisi atau aksi yang tidak lagi relevan dengan event baru, hapus atau perbarui sesuai kebutuhan.
Apakah satu workflow bisa memiliki lebih dari satu aksi?
Ya. Anda dapat menambahkan beberapa aksi dalam satu workflow. Semua aksi akan dieksekusi secara berurutan setiap kali event terjadi dan kondisi terpenuhi.
Apa yang terjadi jika workflow tidak memiliki kondisi?
Jika tidak ada kondisi yang dikonfigurasi, workflow akan langsung mengeksekusi aksi setiap kali event yang ditentukan terjadi — tanpa evaluasi tambahan.
Apakah workflow yang dinonaktifkan dapat dihapus permanen?
Saat ini sistem menyediakan opsi nonaktifkan untuk menghentikan sementara workflow tanpa menghapus konfigurasinya. Untuk penghapusan permanen, hubungi tim Administrator sistem Anda.
Bagaimana cara memeriksa apakah workflow sudah berjalan dengan benar?
Buka halaman Detail Otomatisasi Workflow dan periksa bagian Riwayat Eksekusi Workflow di bagian bawah halaman. Tabel ini mencatat setiap kali workflow dieksekusi beserta statusnya (Sukses atau Gagal).